Ada hal menarik dari salah satu teman yang menghubungiku tadi malam. Dia orang yang kukenal baik, orangnya cukup aktif dan sibuk dalam pekerjaanya. Kerap bertemu banyak orang, tapi kali ini dia menghubungiku dengan berkata
" wa, kenapa ya... gue selalu ngerasa kesepian "
Kemudian aku, seperti biasa, merefleksikan itu dengan diriku sendiri. Aku mengenal diriku sebagai orang yang bisa menghabiskan beberapa hari sendirian di sebuah apartemen sempit tanpa tetangga. Aku bisa hanya keluar, membeli makan untuk pagi, siang, dan sore kemudian mendekam di kamar itu selama yang aku mau. Maksudnya, aku tak banyak bicara, karena sedikit kesempatanku untuk berbicara dengan seseorang. Aku sangat suka aktifitas menyendiri, memang sesekali... rasa sepi itu hadir. Tapi aku berpikir, kesepian bagiku yang sehari-hari tinggal sendiri bukanlah hal yang tidak wajar terjadi.
Lalu bagaimana dengan orang ini bahkan mungkin orang-orang lainnya? yang mungkin masih punya tetangga yang bisa diajak bicara, punya orang tua, kakak, atau keluarga yang dekat untuk bisa diajak bercerita, punya teman untuk bercengkrama, punya pekerjaan yang setiap hari menghubungkannya dengan banyak orang, mereka tetap merasa kesepian. Mungkin jika ingin bicara lebih jauh lagi, kita punya social media. Menusia memang memiliki kebutuhan untuk terhubung secara sosial dengan manusia lainnya dan akan merasa menderita jika hal tersebut tidak terwujud. Yaaa dalam hal ini kita tentu tahu sejak kita masih SD. Jika kita manusia selalu kehausan untuk bisa terhubung ke dunia maupun manusia lainnya, di dunia yang justru hyperconnection ini, dimana kita bisa dengan mudah terhubung dengan siapapun, kenapa kita masih merasa kesepian?
Beberapa penelitian mengatakan bahwa loneliness bisa menyebabkan kita merasa depresi, kecemasan bahkan mengalami premature death. Hmmm... Satu hal yang mungkin kita semua tahu namun tidak cukup pahami adalah loneliness is a state of mind, sehingga rasa kesepian itu bisa muncul, meskipun kenyataannya dalam kehidupan nyata kita tidak sendirian. Karena level kesepian itu sendiri bukan diukur dari berapa banyak orang disekeliling kita, tapi sejauh mana diri kita merasa terhubung dan terikat pada orang-orang tersebut. Itulah kenapa di beberapa situasi, saat berkumpul dengan banyak orang, keluarga atau teman, kita masih merasa kesepian. Loneliness ini mungkin terjadi sesederhana setiap individu punya value dan gaya hidup yang berbeda dengan kita. Sehingga di beberapa situasi, ketidakcocokan tersebut akan menyebabkan kita merasa kesepian, merasa sendiri, merasa berbeda. Tapi jika kita berbicara mengenai faktor eksternal seperti value orang lain, itu sesuatu yang uncontrollable. Menemukan seseorang yang memiliki value yang sama ? cukup sulit memang.
Aku pernah baca satu artikel yang menarik, bahwa kesepian bisa muncul karena kita belum merasa dan belum memperlakukan diri kita sebagai orang yang cukup penting. Jadi, bisa dibilang bukan karena kita tidak terhubung dengan orang lain... tapi karena kita tidak terhubung dengan diri kita sendiri (sebenarnya dari tadi aku sedikit terganggu karena menggunakan kata 'terhubung' tapi aku harap... yaaaa kita sama-sama ngerti lah ya). Karena kita kurang membangun hubungan yang baik dengan diri kita sendiri. Maksudnya, memahami apa yang kita suka, memahami diri sendiri, melakukan apa yang ingin kita lakukan dan butuhkan, serta menikmati itu. Mungkin yang akan menjadi masalah adalah menemukan hal yang termasuk dalam kategori merawat dan mencintai diri sendiri itu seperti apa sih? Beberapa orang akan merasa aktifitas membaca dan menulis adalah aktifitas yang membuatnya merasa tenang, positif dan terhubung dengan dirinya sendiri, sementara beberapa orang lagi mungkin tidak merasa begitu. Sehingga kita butuh waktu untuk mencari tahu aktifitas apa sih yang membuat kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri untuk bisa mengurangi rasa kesepian yang kita rasakan. Tapi, point penting dari hal ini adalah...
If loneliness is a state of mind,
loneliness is something we can change.
xoxo
with love, Adzwa