Kamis, 28 Desember 2017

damn, hopeless romantic



jika ini adalah sebuah cerita romantis, 
cinta yang belum terjawab seharusnya dilihat dari kejauhan. 
Agar terlihat menarik, manis dan sedikit pahit.
Tapi bagaimana jika aku, tidak pandai menerima rasa?
Aku tak tahu indahnya memandang dari kejauhan. 
Tak pandai menerima yang manis dan pahit menjadi satu kesatuan. 
Kejauhan membuatku gila. 
dadaku rasanya sesak tanpa udara. 

Bisakah kita buat ini lebih sederhana? 

Aku suka dengan rasa manis,
mungkin memang tak pernah ada yang membencinya
tapi bagiku, pahit juga bukanlah mimpi buruk
Aku perlu tahu, cara mengisi dada dengan udara

Aku butuh tahu, seperti apa rasa itu
Rasa yang susah payah kurangkai dalam kata, 
yang tak pernah sesempurna makna yang ingin kusampaikan. 




Rabu, 27 Desember 2017

Sejak Kapan


Sejak kapan kamu disitu? 
nampak tidak peduli 
tahukah kamu, berdiri tegak disekelilingmu, ketakutanku 

Sejak kapan kamu disitu? 
Berkata bahwa katanya selama sudah berusaha, semua baik-baik saja
Tidak ada yang pernah baik-baik saja selama ini
beraninya kamu... menjadi sangat sok tahu
tak punyakah kamu kehidupan untuk bisa diurusi? 

Sejak kapan kamu disitu? 
Menyirami taman yang sudah basah 
Menggarami air laut
...
menghangatkan langit setelah hujan. 
iya...

 ternyata kamu menghangatkan langit setelah hujan. 

sampai kapan kamu akan berada disitu? 
berdiri tegak, diantara ketakutanku. 




Kamis, 09 Maret 2017

kamu selalu bilang, jika seorang anak terjatuh saat kaki-kaki kecilnya beradu pada anak tangga, tangga patut menjadi satu-satunya yang bisa dipersalahkan.

kamu tak pernah mengerti, bahwa di usia itu, ada kaki-kaki kecil yang belum cukup kuat untuk berdiri, ada kemampuan yang perlu diasah lagi.

kamu selalu bilang, bahwa ketika nilai seorang anak memburuk di kelasnya, guru patut menjadi satu-satunya manusia yang bisa disalahkan.

kamu tak pernah mengerti, bahwa di usia itu, seorang anak mungkin terlalu sibuk bermain dengan teman-temannya. kamu tak pernah bilang, bahwa di usia itu seorang anak mungkin terlalu malas untuk menunaikan kewajibannya.

aku mulai mengerti...
kamu mungkin tak akan pernah mengerti.

dan aku juga mulai mengerti,
bahwa sudah waktunya membiarkan kamu untuk tetap tidak mengerti