kamu selalu bilang, jika seorang anak terjatuh saat kaki-kaki kecilnya beradu pada anak tangga, tangga patut menjadi satu-satunya yang bisa dipersalahkan.
kamu tak pernah mengerti, bahwa di usia itu, ada kaki-kaki kecil yang belum cukup kuat untuk berdiri, ada kemampuan yang perlu diasah lagi.
kamu selalu bilang, bahwa ketika nilai seorang anak memburuk di kelasnya, guru patut menjadi satu-satunya manusia yang bisa disalahkan.
kamu tak pernah mengerti, bahwa di usia itu, seorang anak mungkin terlalu sibuk bermain dengan teman-temannya. kamu tak pernah bilang, bahwa di usia itu seorang anak mungkin terlalu malas untuk menunaikan kewajibannya.
aku mulai mengerti...
kamu mungkin tak akan pernah mengerti.
dan aku juga mulai mengerti,
bahwa sudah waktunya membiarkan kamu untuk tetap tidak mengerti
