Minggu, 10 Juni 2018

Doubt

Apakah hanya aku yang menyadarinya? 

Ia selalu ceria, seperti ingin memastikan bahwa semua baik-baik saja dan semua akan baik-baik saja saat bersamanya. Aku suka caranya berbicara, selalu berusaha menyamankan. Tapi bagaimana dengan hatinya? apakah dia merasa nyaman juga?  sekelebat aku melihat ragu dari matanya. Ragu akan dirinya sendiri, kecemasan yang entah apa sebabnya. Namun senyumnya selalu berusaha meyakinkan. Aku selalu berada dalam kebingungan, mengapa aku tak mudah tertipu senyuman. Kukasihani dia, atas ketidaktahuannya... Betapa menyenangkannya dia, dan bagaimana seharusnya dia senang akan dirinya sendiri. Tak ada alasan bagi sekelebat ragu itu hadir, tak seharusnya kecemasan itu menyapa dan tinggal disana. 

Entah sudah berapa lama.