Minggu, 10 Juni 2018

Jatuh cinta lagi

Kuanggap ini sebuah kerugian, bertemu denganmu di usia 23. Kamu, Seseorang yang katanya takut jatuh cinta. Mungkin ini juga waktu yang tepat, karena jika aku mengenalmu sedari dulu.... aku tak akan rela menemukan hari dimana kamu berhenti, untuk percaya cinta lagi. 

Kamu mungkin akan meralat kata-kataku, kamu akan bilang cinta itu ada. Kamu hanya enggan menghampirinya, atau berusaha pergi ketika ia datang untuk sekedar bertegur sapa. Kamu bilang padaku, bahwa siap jatuh cinta artinya siap jatuh sakit. Aku bertanya....

 " sesakit itukah, waktu itu? "

kamu hanya tertawa. 

Aku tak pernah tahu seperti apa sakitnya, karena kamu selalu menyematkan tawamu dalam setiap kisah yang kamu bagikan padaku. Terkadang aku berpikir mungkinkah kamu terlalu ceria atau sedang berusaha selalu ceria. Tapi apapun itu, aku tahu keceriaan adalah kekuatanmu, kehebatanmu. Begitupula ketika mereka bertanya, "sudahkah kau miliki dia?  atau sudahkah seseorang memilikimu?" 

kau kembali tertawa dengan sederhana, berkata
 " mungkin belum usianya " 

Jujur saja, aku tak suka candamu yang satu itu. 
Kamu kembali bercerita, sejak saat itu kamu tak pernah lagi menemukan sosok dia, diamu. Mungkin karena dia tak pernah datang mencoba, atau belum ada yang benar-benar menyentuhmu penuh makna. Kamu bilang, untuk jatuh cinta perlu keberanian. Keberanian seperti apa? jika bagiku kamu lebih dari sosok yang berani. 

Bagaimana tidak, kamu menghabiskan waktumu untuk mereka, yang kamu sebut orang-orang yang kamu cinta. Orang-orang yang mohon pamit baik terang maupun gelap untuk menemui orang yang dikasihinya. Kamu kemudian akan menyematkan senyuman dan lambaian tangan untuk mereka, yang hendak berbahagia. Kamu terkadang sendiri, kadang kamu masih ditemani. Tapi apakah kamu tahu rasanya sepi? jika kamu mengenal sepi daripada aku, bukankah kamu seorang pemberani? 

Jika aku satu dari mereka yang kau cinta, mungkin kali ini waktunya aku pergi untuk dia sementara. Lalu apa yang kamu lakukan sebelum kami kembali?  Aku mengerti, bagi kita sendiri adalah energi. Tapi bukankah ini sudah waktunya untuk mengakhiri ? 

sudah saatnya kamu tahu bahwa kamu seorang pemberani
sudah waktunya kamu jatuh cinta lagi